pagiku dengan kelabu awan putih yang memberikan percikan air yang turun dengan perlahan. Ku berjalan dengan waktu yang terukur, ku lalui dengan smua tatapan tiada arti.
sinar cahyamu kini terlihat dengan begitu indahya namun kau seakan tak ingin menyapaku kini,kenapa tak kau tunjukkan saja wajahmu itu wahai mentari pagi? Kau tunjukkan seluruhnya ketika diriku tak menatapmu di luar, dengan hembusan angin kiniku tahu bahwa kau telah memancarkan sinarmu dan menghapus hitam diatas kelabu pagi.
namun saatku kembali ingin menatap hangatnya sinarmu kenapa kau bersembunyi dibalik awan dan angin yang berhembus?? Kau meninggalkanku sendiri dengan penuh kecewa dibumi ini tak kau beri hangatnya sinarmu...
sinar cahyamu kini terlihat dengan begitu indahya namun kau seakan tak ingin menyapaku kini,kenapa tak kau tunjukkan saja wajahmu itu wahai mentari pagi? Kau tunjukkan seluruhnya ketika diriku tak menatapmu di luar, dengan hembusan angin kiniku tahu bahwa kau telah memancarkan sinarmu dan menghapus hitam diatas kelabu pagi.
namun saatku kembali ingin menatap hangatnya sinarmu kenapa kau bersembunyi dibalik awan dan angin yang berhembus?? Kau meninggalkanku sendiri dengan penuh kecewa dibumi ini tak kau beri hangatnya sinarmu...
0 komentar:
Posting Komentar